GUz5GfA5GpY0GpCoTUYoGSMoBY==
  • PP. Faidul Mafahim
  • In Faidul Mafahim We Trust

Cara Aneh Branding Sekolah Untuk Menjangkau Popularitas (Tentang sebuah kejelian Melihat Kualitas Ruang Pendidikan Saat Ini)

Cara Aneh Branding Sekolah Untuk Menjangkau Popularitas   (Tentang sebuah kejelian Melihat Kualitas Ruang Pendidikan Saat Ini)

Pendahuluan 

Pendidikan merupakan sebuah langkah untk membentuk perkembangan kecerdasan akademik seseorang dengan menyematkan nilai-nilai karakter baik disetiap jenjangnya. Mengeksplorasi kajian-kajian subjektif dan objektif secara kompleks hingga benar-benar mencipta kualitas SDM yang berwawasan luas. Potensi disetiap individu menjadi satu bahan wajib untuk bisa dikembangkan bersama dengan step by step disetiap fasa menempuh proses pendidikan.

Pada dasarnya pengertian pendidikan ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Lalu bagaimana dengan kualitas maupun standar pencapaian yang hari ini kerap kita temui di sekolah-sekolah yang kenyataannya selalu bersaing dalam hal dengan muara ketenaran semata? Jika kita jeli dalam melihat sebuah fenomena persaingan antar sekolah yang merupakan bentuk formal dari proses pendidikan di Indonesia, banyak sekali corak dan warna terkait cara sekolah-sekolah menghadirkan branding untuk mengejar popularitas dengan tujuan akhir menarik minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya disana. 

Warna dan corak sekolah membranding mutu pendidikan hari ini

(Kotler & Keller, 2012) mendefinisikan branding sebagai proses pemberian nama, istilah, simbol, tanda, desain, atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut dengan tujuan untuk membedakan satu sekolah dari yang lainnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa branding sekolah adalah upaya komunikasi yang mencakup pemberian nama, simbol, tanda, atau desain yang bertujuan untuk membedakan sebuah lembaga pendidikan dari lembaga pendidikan lainnya.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Wahyunto et al., (2024) menunjukkan bahwa di era digital saat ini, sekolah memerlukan strategi branding yang efektif. Salah satu cara yang dapat dilakukan sekolah untuk membangun strategi branding adalah dengan melakukan analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan metode yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang dihadapi oleh sekolah.

Dikota-kota besar, ada fenomena aneh dari setiap sekolah membranding citranya masing-masing. Yang hari ini sedang booming adalah dengan mendorong para peserta didiknya untuk menjadi influence disetiap media-media sosialnya. Menjadi seleb tiktok, selebgram, dan youtuber hari ini sangat lumrah dan menjadi trend dikalangan peserta didik dikota-kota besar. Apakah ini baik?

Sangat baik jika ada kontrol terkait penggunaan peran dan fokus dari pengembangan pemanfaatan ketenaran di platform media sosial bagi setiap peserta didiknya untuk terus berkontribusi menyebarkan konten-konten bernilai positif. Masalahnya, banyak sekali sekolah yang akhirnya membebaskan para peserta didiknya dalam memproduksi konten untuk mereka meraih ketenaran dengan versi yang beragam. Meski bukan dalam rangka membatasi cara peserta didik berekspresi, tetapi untuk mengarahkan mereka pada hal yang terpacu dengan nilai dan norma yang baik harus selalu diperhatikan.

Kesimpulan 

Pada kenyataan ini kita perlu melakukan sebuah evaluasi dari trend trend yang awalnya diproyeksikan untuk menciptakan warna baru dalam membranding sekolah untuk mengejar eksistensi supaya masyarakat tahu keunggulan dan daya tawar sebuah sekolah, menjadi sekolah yang hanya memiliki segudang seleb dengan arah yang tidak jelas. Dalam kondisi ini juga kita perlu melihat, bagaimana sekolah-sekolah ini akhirnya menjamin mutu peserta didiknya melalui bidang akademik, penanaman karakter yang baik, dan wawasan luasnya.

Untuk itu, belajar dari fenomena yang terjadi belakangan, perlu kita melihat bagaimana cara sekolah membranding mutu pendidikannya. Sebab sampai kapanpun, pondasi karakter, keagamaan, dan juga pengembangan wawasan serta penggalian potensi peserta didik selalu menjadi pokok dari prinsip seseorang menempuh pendidikan.

0 Komentar

Ruang Komunikasi

Hubungi FM Horison

FM Horison terbuka untuk komunikasi, masukan, serta kiriman karya dari santri dan pembaca. Silakan hubungi kami melalui formulir ini untuk keperluan informasi, literasi, dan kerja sama edukatif.
Popup Image